Sejumlah Rumah di Cimenyan Bandung diterjang Angin Puting Beliung, Berikut Kronologinya !

AVIATION, Bandung – Sejumlah rumah diterjang angin puting beliung pada hari Minggu (28/3/21), musibah ini terjadi pada sore hari di Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. “Iya ada kejadian puting beliung, barusan. Jam 4 sore lebih,” ungkap Akhmad Djohara Kepala Harian BPBD Kabupaten Bandung.

Dari informasi yang diterima dari warga setempat, angin puting beliung tersebut berwarna hitam pekat disertai angin kencang. Kemudian, menghantam rumah dan pohon yang ada di sekitaran pemukiman. “Tiba-tiba terjadi puting beliung dengan pusaran angin yang tebal juga, ini merusak beberapa rumah, sementara kami belum bisa menghitung, kami sedang melakukan pendataan,” terangnya. “Jadi langkah awal kami melakukan pertolongan pertama, kami sudah meluncur ke lokasi dan membawa peralatan yang diperlukan, dan Karena banyak pohon tumbang yang akhirnya menutupi ruas jalan, kami membawa mesin potong kayu, terpal, dan alat lain untuk merespon kejadian ini” Ungkap Akhmad Djohara

Pada hari ini (29/3/21) Warga yang terdampak puting beliung mulai membersihkan puing – puing dan beberapa warga lainnya masih mengungsi ke rumah keluarga dan tetangganya. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung, hingga Ahad (28/3) pukul 24.00 WIB, jumlah rumah rusak akibat puting beliung di RW 03, 109 rumah. RW 04, 11 rumah. RW 05, 17 rumah. RW 6, 22 rumah dan di RW 7, 2 unit mobil tertimpa pohon.

Selain itu, dua bangunan sekolah yaitu SD Ciburial dan SMP 2 Cimenyan mengalami kerusakan. Juga kantor desa, masjid dan lahan pertanian. “Korban luka-luka lima orang,” katanya. Di Desa Cimenyan, sebanyak 90 rumah di RW 2 rusak. 28 rumah di RW 03 rusak. 4 rumah di RW 7 rusak. 2 rumah di RW 9. 3 rumah di RW 11 dan 12 rumah di RW 13.

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Bandung menyebut penyebab angin puting beliung muncul karena adanya pembentukan awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Cimenyan dan sekitarnya. Selain itu, kondisi kelembapan yang cenderung basah pada ketinggian kurang lebih 3 km di atas permukaan laut mendukung pembentukan awan-awan hujan. “Faktor regional, adanya daerah akan memasuki periode transisi atau pancaroba, ditandai dengan gejala cuaca yang tidak stabil dan adanya perubahan pola angin sehingga potensi hujan yang terjadi bisa disertai kilat-petir dan angin kencang atau angin puting beliung,” ujar prakirawan BMKG Iid Mujtahid dalam keterangannya.

Mari terus doakan keselamatan saudara sebangsa agar terus dilindungi oleh Allah SWT dari segala bahaya, Aamiin.