Asar Humanity - Gn. Semeru kembali Mengalami Banjir Lahar Dingin

Breaking News : Beginilah Kondisi Semeru, di Terjang Banjir Lahar Dingin

ASAR Humanity, Lumajang – Curah hujan tinggi yang terjadi di Kabupaten Lumajang menyebabkan banjir lahar dingin di aliran lahar Gunung Semeru, Minggu (2/1). Kondisi ini menyebabkan jembatan darurat penghubung antardesa di wilayah tersebut putus. Kecamatan Pasirian ikut terdampak karena tertutup material vulkanik.

 

Arus lahar dingin sempat terpantau pada 02/01/2022 sejak pukul 13:41 WIB hingga pkl 15:18 WIB, dan terekam pada seismograf PGA Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dengan Amplitudo Maks. 40 mm (over skala).

 

Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Indah Amperawati telah berkunjung ke Desa Jugosari dan Desa Gondoruso, Ahad (2/1) malam. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat di tepian aliran sungai lahar semeru dalam keadaan aman.

Warga sekitar Gunung Semeru khususnya yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) tenggara-selatan dihimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi bahaya aliran banjir lahar hujan Gunung Semeru dan memperhatikan rekomendasi KRB PVMBG atau saran keselamatan BPBD setempat.

 

Terpantau juga pada Senin (3/1) melalui Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru Yadi Yuliandi menerangkan, Gunung ini tercatat mengalami enam kali gempa guguran dengan amplitudo empat sampai 10 milimeter (mm). Gempa jenis ini berlangsung sekitar 30 hingga 80 detik.

Selanjutnya, Yadi juga mengungkapkan, Gunung Semeru mengalami dua kali gempa tektonik jauh. Amplitudo dari gempa ini sekitar 20 sampai 25 mm dan S-P 20 sampai 40 detik. “Dan lama gempa 65 hingga 115 detik,” ujarnya. Saat ini tingkat aktivitas Gunung Semeru masih berada pada level III atau siaga. Maka dari itu, Yadi merekomendasikan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer (km) dari puncak (pusat erupsi).

 

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. “Ini karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” pungkasnya.

 

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru. Hal ini karena wilayah dengan jarak tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

 

Yadi juga mengimbau masyarakat serta mewaspadai adanya potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Hal ini terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Kemudian, perlu juga di waspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Mari doakan saudara kita yang berada di sekitar Gunung Semeru, semoga selalu dilindungi dan diberikan keselamatan oleh Allaah SWT, Aamiin.

Sahabat ASAR, InsyaAllaah tim relawan ASAR Humanity akan kembali memberikan bantuan ke Lumajang dalam beberapa waktu mendatang. Yuk turut berkolaborasi bersama kami untuk menjalankan misi kebaikan ini.

 

Ikuti terus Update terbaru dari ASAR Humanity melalui instagram @asarhumanity .