Banjir kembali Melanda Wilayah Jatinangor Sumedang

Banjir Melanda Jatinangor Sumedang, Sekolah dan Belasan Rumah Warga Menjadi Tergenang

ASAR News. Jatinangor, Sumedang – Akibat curah hujan yang tinggi mengguyur sejumlah wilayah di sumedang, terutama Jatinangor. Pada hari Jumat (7/1) Sekira pukul 16.30 WIB, telah terjadi Bencana Alam Banjir yang mengakibatkan Tanggul Irigasi jebol sepanjang 8m di Blok Cileles Dusun Mekarjaya RT.01/RW.07, Desa. Cileles, Kec. Jatinangor, Kab Sumedang – Jawa Barat.

 

Ketinggian air mencapai 50 hingga 80 Cm yang menggenangi Sekolah MTS Al Falah. Masjid Al Falah dan Belasan Rumah warga.

 

Banjir bandang yang menerjang Jatinangor tersebut di sebabkan oleh luapan Irigasi Blok Cileles  yang tidak bisa lagi menampung air dengan intensitas curah hujan yang tinggi, dan debet air yang besar sehingga tanggul penahan air jebol sepanjang 8m sehingga air memasuki pemukiman penduduk serta prasarana Umum.

Pemukiman warga yang terdampak banjir di RT.01/RW.07 sebanyak 5 KK. Sedangkan di RT.05/RW 06 sebanyak 6 KK. Sehingga jumlah ada 11 KK yang rumahnya tergenang banjir tersebut. Sekolah Mts Al Falah dan Masjid Al Falah pun turut terdampak dari adanya terjangan banjir bandang tersebut.

 

Untuk saat ini menurut laporan, untuk korban jiwa masih belum ada. Hanya saja kerugian materiil beserta harta benda peralatan rumah tangga masih dalam proses penyelamatan oleh pemiliknya.

 

Beberapa tim beserta lapisan kerelawanan setempat turut mengerahkan tenaga, diantaranya ada: Forkopimcam Jatinangor, Satuan Brimob, BPBD Kab Sumedang, dan Gabungan Relawan Jatinangor.

BPBD dan aparatur setempat mengimbau kepada masyarakat untuk terus berhati-hati dan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi apabila terjadi terjangan banjir susulan yang lebih tinggi debet airnya.

 

Sahabat ASAR, mari kita doakan saudara kita di Jatinangor yang menjadi korban terjangan banjir. Seperti kita ketahui, siapapun di dunia ini tidak ada yang menginginkan adanya suatu musibah, akan tetapi ketika Allah sudah berkehendak maka tidak ada yang bisa mengelaknya. Kita doakan semoga masyarakat setempat diberi ketabahan dan kesabaran, dilindungi oleh Allah SWT, dan tidak ada korban jiwa, aamiin.