Gempa Bumi mengguncang di Halmhera Utara

Gempa Bumi M 5.5 Halmahera Utara, Akibatkan Dua Orang Warga Luka-Luka

ASAR Humanity, Halmahera Utara – Seperti yang dilansir dari Siaran Pers BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara melaporkan dua warganya luka-luka pascagempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,5 yang mengguncang Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada Senin, (10/1) pukul 04.59 WIB.

 

Selain dua korban luka, dilaporkan pula kerugian materil sebanyak 34 unit rumah rusak ringan, 18 unit rumah rusak sedang, 5 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah ibadah rusak ringan dan 1 unit kantor Desa Kusuri rusak ringan. Terdapat dua kecamatan yang dilaporkan mengalami dampak gempa yakni Kecamatan Tobelo Barat dan Kecamatan Kao Barat tepatnya di Desa Kusuri, Wangongira, Soamaetek, Pitago dan Kai.

Pusat gempa terletak di 1,52 Lintang Utara-127,86 bujur timur, tepatnya di 4 kilometer barat laut Halmahera Utara, di kedalaman 10 kilometer.

 

Selain mendata korban dan kerusakan, tim reaksi cepat BPBD Halmahera Utara telah berkoordinasi dengan aparat desa setempat serta membantu evakuasi korban dan membawa ke rumah sakit terdekat. Tim juga melakukan edukasi kepada masyarakat untuk selalu waspada apabila terjadi gempa susulan. Sementara itu, kebutuhan mendesak di lapangan saat ini adalah tenda pengungsi dan logistik.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 5,5 M dirasakan kuat masyarakat Halmahera Utara selama 4-6 detik menyebabkan masyarakat sempat panik dan keluar rumah. Gempa yang berpusat di darat 5 km barat daya Halmahera Utara dengan kedalaman 10 km ini tidak berpotensi tsunami.

 

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau warga sekitar agar waspada akan kemungkinan gempa susulan.

“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG.

Ini bukan gempa pertama di Halmahera Utara dalam beberapa hari belakangan. Pada Sabtu (8/1), gempa 5,1 magnitudo juga mengguncang kawasan itu sekitar pukul 16.53 WIB.

BNPB pun turut mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga dalam menghadapi potensi bahaya gempabumi. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan informasi kegempaan melalui BMKG dan portal InaRisk untuk mengetahui potensi risiko bencana yang ada disekitar tempat tinggal.